Mahasiswa Sampaikan Aspirasi di DPRK Lhokseumawe, Soroti Anggaran hingga Layanan Publik
Aksi “HMI Menggugat” di DPRK Lhokseumawe menyoroti layanan publik, pengawasan anggaran, persoalan fiskal, serta sejumlah kebijakan pemerintah.
LHOKSEUMAWE — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara menyampaikan aspirasi melalui aksi bertajuk “HMI Menggugat” di halaman Kantor DPRK Lhokseumawe, Kamis, 24 September 2026.
Aksi yang diikuti lebih dari 60 mahasiswa itu menyoroti sejumlah persoalan layanan publik, pengawasan anggaran, pengelolaan lingkungan, serta kebijakan pemerintah daerah dan Pemerintah Aceh.
Di antara isu yang disampaikan adalah evaluasi program Makan Bergizi Gratis dan kelengkapan standar higiene sanitasi, pengoperasian mesin pengolahan sampah, pengawasan terhadap penggunaan anggaran, distribusi Biosolar, rencana pengadaan kendaraan operasional, serta percepatan realisasi Dana Transfer ke Daerah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Mahasiswa juga menyoroti persoalan fiskal daerah dan pembayaran hak pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta meminta DPRK memperkuat fungsi pengawasan terhadap program pemerintah.
Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal bersama unsur pimpinan dewan dan perwakilan Pemerintah Kota Lhokseumawe menemui massa aksi dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan. DPRK menyatakan aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui mekanisme dan kewenangan lembaga.
Aksi berlangsung dengan pengamanan aparat terkait dan situasi di sekitar lokasi dilaporkan tetap kondusif.